Kehidupan itu untuk dihiasi dengan pahatan kasih sayang melalui berbagi

Selamat datang kepada manusia yang senang berbagi, selamat datang kepada jiwa-jiwa yang mengerti arti berbagi, selamat datang kepada hati yang benar-benar ingin berbagi, dan selamat datang kepada insan yang telah siap berbagi. maka BERBAGILAH.....

16 November 2011

PROSEDUR OBSERVASI DALAM PENELITIAN KUALITATIF

A. LATAR BELAKANG
 Metodologi penelitian merupakan sesuatu yang berusaha membahas konsep teoritik berbagai metode, kelebihan dan kelemahannya yang dalam karya ilmiah dilanjutkan dengan pemillihan metode yang digunakan.Dalam hal ini metode lebih bersifat teknis pelaksanaan lapangan sedangkan metodologi lebih pada uraian filosofis dan teoritisnya.Oleh karena itu penetapan sebuah metodologi penelitian mengandung implikasi inheren di dalam diri filsafat yang dianutnya.Sebab filsafat ilmu yang melandasi berbagai metodologi penelitian yang ada. Maka dari itu dengan mengetahui metodologi penelitian yang digunakan, filsafat ilmu dan kajian teoritisnya, kelemahan dan kelebihannya diharapkan akan mampu memberikan kesesuaian metodologi dengan fokus masalah penelitian. Istilah penelitian kualitatif menurut Kirk dan Miller (1986:9) pada mulanya bersumber pada pengamatan kualitatif yang dipertentangkan dengan pengamatan kuantitatif.Lalu mereka mendefinisikan bahwa metodologi kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kaasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya.Penelitian kualitatif memiliki ciri atau karakteristik yang membedakan dengan penelitian jenis lainnya.
Sepanjang sejarah penelitian kualitatif selalu mendefinisikan karya mereka dilihat dari sudut harapan dan nilai-nilai, keyakinan agama, ideologi okupasional dan profesionalisasi.Penelitian kualitatif seperti halnya semua penelitian selalu dinilai berdasarkan atas “standar apakah karya tersebut mengkomunikasikan atau mengatakan sesuatu mengenai diri kita?”Berdasarkan atas bagaimana kita mengkonseptualisasikan realita dan gambaran kita mengenai dunia. Standar evaluasi itu dilakukan dengan cara berpikir epistimologi, yaitu mengkaji hakikat ilmu pengetahuan dari sudut sumber, batas, struktur dan keabsahan pada umumnya.
Kajian penelitian kualitatif berawal dari kelompok ahli sosiologi dari “mazhab Chicago” pada tahun 1920-1930, yang memantapkan pentingnya penelitian kualitatif untuk mengkaji kelompok kehidupan manusia. Pada waktu yang sama, kelompok ahli antropologi menggambarkan outline dari metode karya lapangan; yang melakukan pengamatan langsung ke lapangan untuk mempelajari adat dan budaya masyarakat setempat. Dari awal, tampak bahwa penelitian kualitatif merupakan bidang penyelidikan tersendiri.Bidang ini bersilang dengan disiplin dan pokok permasalahan lainnya.Suatu kumpulan istilah, konsep, asumsi yang kompleks dan saling terkait meliputi istilah penelitian kualitatif.
Munculnya penelitian kualitatif adalah karena reaksi dari tradisi yang terkait dengan positivisme dan postpositivisme yang berupaya melakukan kajian budaya dan interpretatif sifatnya.Berbagai jenis metode dan pendekatan dalam penelitian kualitatif, tingkat perkembangan dan kematangan masing-masing metode ditentukan juga oleh bidang keilmuan yang memiliki sejarah perkembangannya.Setiap uraian mengenai penelitian kualitatif harus bekerja didalam bidang historis yang kompleks.
Penelitian kualitatif mempunyai pengertian yang berbeda-beda untuk setiap momen, meskipun demikian definisi secara umum: penelitian kualitatif merupakan suatu metode berganda dalam fokus, yang melibatkan suatu pendekatan interpretatif dan wajar terhadap setiap pokok permasalahannya. Ini berarti penelitian kualitatif bekerja dalam setting yang alami, yang berupaya untuk memahami, member tafsiran pada fenomena yang dilihat dari arti yang diberikan orang-orang kepadanya. Penelitian kualitatif melibatkan penggunaan dan pengumpulan berbagai bahan empiris, seperti studi kasus, pengalaman pribadi, instropeksi, riwayat hidup, wawancara, pengamatan, teks sejarah, interaksional dan visual: yang benggambarkan momen rutin dan problematis, serta maknanya dalam kehidupan individual dan kolektif (denzin dan Lincoln,1994;2).

Penelitian kualitatif secara inheren merupakan multi-metode di dalam satu fokus, yaitu yang dikendalikan oleh masalah yang diteliti.Penggunaan multi-metode atau yang lebih dikenal tringulation, mencerminkan suatu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai fenomena yang sedang diteliti.Yang bernama realitas obyektif sebetulnya tidak pernah bisa ditangkap.Tringulation bukanlah alat atau strategi untuk pembuktian, tetapi hanyalah suatu alternatif terhadap pembuktian.Kombinasi yang dilakukan dengan multi-metode, bahan-bahan empiris, sudut pandang dan pengamatan yang teratur tampaknya menjadi strategi yang lebih baik untuk menambah kekuatan, keluasan dan kedalaman suatu penelitian. Konsep penelitian kualitatif sebenarnya menunjuk dan menekankan pada proses, dan berarti tidak diteliti secara ketat atau terukur (jika memang dapat diukur), dilihat dari kualitas, jumlah, intensitas atau frekuensi. Penelitian kualitatif menekankan sifat realita yang dibangun secara sosial, hubungan yang intim antara peneliti dengan yang diteliti dan kendala situasional yang membentuk penyelidikan.Penelitian kualitatif menekan bahwa sifat peneliti itu penuh dengan nilai (value-laden).Mereka mencoba menjawab pertanyaan yang menekankan bagaimana pengalaman sosial diciptakan dan diberi arti.

B. PROSEDUR OBSERVASI DALAM PENELITIAN KUALITATIF

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang tidak menggunakan model-model matematik, statistik atau komputer. Proses penelitian dimulai dengan menyusun asumsi dasar dan aturan berpikir yang akan digunakan dalam penelitian. Penelitian kualitatif merupakan penelitiian yang dalam kegiatannya peneliti tidak menggunakan angka dalam mengumpulkan data dan dalam memberikan penafsiran terhadap hasilnya.
Metode penelitian kualitatif sering disebut sebagai metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting) disebut juga sebagai metode etnographi, karena pada awalnya metode ini banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya, disebut juga sebagai metode kualitatif, karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif.
Berbagai cara pengumpulan data untuk penellitian kualitatif terus berkembang, namun demikian pada dasarnya ada empat cara yang mendasar untuk mengumpulkan informasi yaitu:
1.      Observasi
2.      Wawancara
3.      Dokumen
4.      Triangulasi
Tetapi yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah pengumpulan data dengan cara observasi.
Observasi yaitu teknik pengumpulan yang mengharuskan peneliti turun ke lapangan mengamati hal-hal yang berkaitan dengan ruang, tempat, pelaku, kegiatan, waktu, peristiwa, tujuan dan perasaan.Observasi dalam penelitian kualitatif berbeda dengan observasi dalam studi kuantatif.Perbedaan pertama adalah pengamat dalam penelitian kualitatif tidak berusaha untuk tetap netral atau objektif tentang fenomena yang diamati. Pengamat mungkin melibatkan perasaan dan pengalamannya  dalam menafsirkan hasil pengamatan. Perbedaan keduaantara penelitian kualitatif dan kuantitatif merupakan focus dari observasi yang muncul. Tetapi pengumpulan data kuantitatif umumnya didorong oleh hipotesis apriori, pertanyaan atau tujuan. Pada setiap langkah dari proses, pengamat kualitatif bebas untuk mengalihkan perhatian mereka untuk fenomena baru, misalnya muncul pertanyaan-pertanyaan baru. Perbedaan ketiga adalah focus dari observasi umumnya jauh lebih luas dalam penelitian kualitatif daripada penelitian kuantitatif. Tetapi pengamat melihat prilaku dan kerangka lingkungan dari segi pandang holistic.

1.      Identifikasi dan Peran Pengamat
Peranpengamat dalampenelitian kualitatif bervariasisepanjang kontinumdari pengamatlengkap untukpartisipan penuh.Padaperanekstrim, penelitimempertahankansikap untuk mempertahankan atau berubah dari pengaturanyang telah ditetapkan. Pengamatan berperan serta.Peneliti berperan sebagai pengamat sekaligus menjadi anggota resmi dari kelompok yang diamatinya. Peranan peneliti sebagai pengamat menurut Buford Junker dalam adalah:
1.      Berperan serta secara lengkap. Pengamat menjadi anggota penuh dari kelompok yang diamatinya sehingga dapat mendapatkan informasi dari kelompoknya tersebut
2.      Pemeranserta sebagai pengamat. Pengamat tidak sepenuhnya menjadi pemeranserta, namun hanya melakukan fungsi pengamatan saja
3.      Pengamat sebagai pemeranserta. Pengamat secara terbuka diketahui oleh umum sehingga memungkinkan mendapatkan informasi yang rahasia sekalipun dengan mudah
4.      Pengamat penuh. Biasanya hal ini terjadi pada pengamatan sesuatu eksperimen di laboratorium yang menggunakan kaca-sepihak
Dari kedua metode pengumpulan data pada penelitian kualitatif, wawancara dan analisis dokumen melibatkan kata-kata yang diucapkan atau diucapkan oleh peserta secara alami.Inforamasi ini dibatasi oleh pengetahuan peserta, memori dan kemampuan untuk menyapaikan informasi secara jelas dan akurat. Observasi memungkinkan peneliti untuk membuat versi mereka sendiri tentang apa yang terjadi pada masing-masing partisipan. Pemilihan observasi dalam pembuatan laporan oleh peneliti mencakup deskripsi yang lebih banyak dari fenomena. Sama halnya dengan pengamatan yang menyediakan data dari sumber lain untuk menverifikasi informasi yang diperoleh dengan metode lain. Hal tersebut dinamakan dengan tri angulasi.
Triangulasi artinya menggunakan berbagai pendekatan dalam melakukan penelitian, dalam penelitian kualitatif, peneliti dapat menggunakan berbagai sumber data, teori, metode dan investigator agar informasi yang disajikan konsisten.Oleh karena itu, untuk memahami dan mencari jawaban atas pertanyaan penelitian, peneliti dapat mengunakan lebih dari satu teori atau lebih dari satu metode (inteview, observasi dan analisis dokumen).
ada 4 macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan untuk mencapai keabsahan, yaitu :
a.       Triangulasi data, Menggunakan berbagai sumber data seperti dokumen, arsip, hasil wawancara, hasil observasi atau juga dengan mewawancarai lebih dari satu subjek yang dianggap memeiliki sudut pandang yang berbeda.
b.      Triangulasi Pengamat, Adanya pengamat di luar peneliti yang turut memeriksa hasil pengumpulan data.
c.       Triangulasi Teori, Penggunaan berbagai teori yang berbeda untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan sudah memenuhi syarat.
d.      Triangulasi metode, Penggunaan berbagai metode untuk meneliti suatu hal, seperti metode wawancara dan metode observasi. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan metode wawancara yang ditunjang dengan metode observasi pada saat wawancra dilakukan
Studi etnografi yang dilakukan oleh kathrine Rosier dan William Corsaro memberikan sebuah contoh bahwa pengamatan merupakan salah satu dari beberapa sumber data.Studi mereka menguji validitas setreotipe umum masalah pendidikan dan ekonomi dari banyak pemuda Afrika –Amerika yang berasal dari kelurga kurang mampu.Salah satu aspek dari penelitian ini melibatkan wawancara orang tua dan mengamati anak-anak di rumah.Ketika mengunjungi rumah para peneliti menggunakan pengamatan langsung untuk memerikasa kebenaran klaim dari orang tua bahwa mereka secara teratur terlibat dalam kegiatan anak-anak dirumah dan menyediakan mainan berbasis pendidikan meskipun anggaran terbatas.
Pada bagian selanjutnya, kami menjelaskan metode umum yang digunakan dalam pegumpulan data pengamatan kualitatif. Jika studi yang diusulkan anda megikuti latihan khusus penelitian kualitatif, anda harus belajar cara-cara tertentu dimana para peneliti yang bekerja dalam tradisi tersebut telah menggunakan sebagai metode tersebut untuk  pengumpulan data. Penggunaan beberapa pengamat mengurangi beban pada masing-masing pengamat dan memungkinkan waktu observasi yang lebih menyeluruh, selain itu dapat meningkatkan validitas observasidengan cara melakukan cross cek setiap temuan dan diperoleh.

2.      Persiapan Observasi
Pada tahap persiapan, peneliti mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan topic.Informasi ini dapat diperoleh dari berbagai sumber.Setelah memperoleh informasi, penulis merangkum dan memilih hal-hal yang dapat menunjang penulisan serta membuat panduan observasi.
Seorang pengamat dalam penelitian kualitatif dapat mempersiapkan diri dengan menjalani magang pada seorang ahli yang berkompeten pada observasi yang direncanakan. Dengan bekerja bersama seorang ahli, seorang pengamat pemula secara bertahap dapat mengembangkan pemehaman tentang bagaimana untuk focus.
 Keterampilan yang diperlukan dalam melakukan observasi meliputi  kemampuan untuk menulis deskripsi peristiwa yang diamati secara objektif. Setelah penelitian kualitatif berlangsung, Anda mungkin akan menghadapi masalah dan isu-isu yang unik. Untuk menyelesaikan masala-masalah tersebut, maka diperlukan ssaran dan bimbingan dari seorang ahli. Proses ini tidak melanggar integritas penelitian, karena dalam penelitian kualitatif metodologi yang digunakan adalah metodologi pengamatan bebas.

3.      Menentukan Fokus Observasi
Penentuan fokus penelitian dilakukan dengan memilih fokus atau pokok permasalahan yang dipilih untuk diteliti, dan bagaimana memfokuskannya: masalah mula-mula sangat umum, kemudian mendapatkan fokus yang ditujukan kepada hal-hal yang spesifik. Fokus sangat penting sebab tidak ada penelitian tanpa fokus, sedangkan sifat fokus tergantung dari jenis penelitian yang dilaksanakan.Fokus penelitian memuat rincian pernyataan tentang cakupan atau topik-topik pokok yang akan diungkap/digali dalam penelitian ini, fokus penelitian berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab dalam penelitian dan alasan diajukannya pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui gambaran apa yang akan diungkapkan di lapangan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan harus didukung oleh alasan-alasan mengapa hal tersebut ditampilkan.
Fokus observasi peneliti kualitatif kemungkinan berubah dari awal hingga tahap selanjutnya dari suatu penelitian. Menurut James Spradley, proses perubahan biasanya mencakup tiga tahap. Pertama adalah tahap deskriptif, yaitu ketika observasitidak fokus dan ruang lingkup yang lebih luas sehingga observasi bercabang. Kedua adalah tahap terfokus, ketika pengamat memiliki fitur fenomena besar yang diteliti dan mengarahkan perhatian mereka untuk mengumpulkan informasi lebih mendalam tentang berbagai fitur yang lebih sempit. terakhir, adalah tahap memilih, yaitu ketika masalah muncul, dan focus pengamat bergeser untuk memperdalam pemahaman mereka tentang unsur-unsur tertentu yang telah muncul secara teoritis maupun empiris.
Pertanyaan fokus penelitian juga melibatkan keputusan seperti factor-faktor yang diamati dan bagaimana untuk memastikan bahwa semuanya potensial untuk diobservasi.Norman Denzin menyarankan bahwa semua catatan lapangan observasi harus berisi referensi eksplisit untuk unsur-unsur seperti: partisipan, interaksi, rutinitas, ritual, unsur-unsur duniawi, interpretasi, dan organisasi sosial dari partisipan. Sharan Meriem menyajikan daftar serupa, tetapi juga termasuk pengaturan, lingkungan fisik, konteks, dan jenis perilaku yang mendorong pengaturan, menghambat, atau mencegah serta faktor-faktor lain yang tidak menonjol.
Pertanyaan-pertanyaan yang dapat muncul dalam penyusunan disain, diantaranya: (a) Apakah fenomena terwakili oleh konstruksi yang ganda dan kompleks (a multiciplicity of complex social contructions)?; (b) sampai di mana tingkatan interaksi antara peneliti-fenomena dan sampai di mana tingkatan ketidakpastian interaksi tersebut yang dihadapkan kepada peneliti ?; (c)sampai di mana tingkatan ketergantungan konteks?; (d) apakah beralasan (reasonable) untuk menyatakan hubungan kausal yang konvensional pada unsur-unsur fenomena yang diamati ataukah hubungan antar gejala itu bersifat mutual simultaneous shipping?; (e) sampai di mana kemungkinan nilai-nilai merupakan hal yang krusial pada hasil?

4.      Pengaturan Dalam Observasi Kualitatif
Salah satu harapan dari sifat penting penelitian kualitatif adalah tidak ada aturan ketat tentang pengaturan lapangan untuk melakukan Observasi. Anda perlu mengembangkan prosedur berdasarkan karakteristik pengaturan lapangan dan partisipan, termasuk posisi pengamat pada saat melakukan observasi.
Pada waktu berada di lapangan, peneliti harus mampu mengembangkan hubungansosial dengan anggota organisasi sehingga muncul kepercayaan diri dan mampu mengembangkansikap berteman (trust and friendly feeling). Untuk mewujudkan kondisi ini, peneliti dapat melakukanlangkah berikut ini:
a.       Perhatikan anggota yang tidak kooperatif dan atasi dengan sabar
b.      Pahami perilaku dengan mempelajari “bagaimana berpikir dan bertindak dalam perspektifanggota organisasi”
c.       Identifikasi bagaimana mengatasi personal stress dan masalah lain sedini mungkin

5.      Merekam Observasi
Dalam penelitian kualitatif, peneliti dapat menggunakan metode yang sama seperti yang dilakukan oleh peneliti kuantitatif yaitu membuat catatan permanen hasil observasi. Salah satu contoh, peneliti dapat mengambil catatan lapangan dan ditulis menggunakan komputer/laptop. Pilihan lain adalah merekan hasil wawancara dengan perekam autodiotape.
Alat perekam berguna Sebagai alat Bantu pada saat wawancara, agar peneliti dapat berkonsentrasi pada proses pengambilan data tanpa harus berhenti untuk mencatat jawaban-jawaban dari subjek. Dalam pengumpulan data, alat perekam baru dapat dipergunakan setelah mendapat ijin dari subjek untuk mempergunakan alat tersebut pada saat wawancara berlangsung.
Dalam beberapa kasus, peneliti membuat catatan pada buku catatan, sehingga dapat mengalihkan perhatian peserta atau menyebabkan pengamat kehilangan aspek penting dari peristiwa yang sedang diamati tetapi pengamat juga dapat membuat catatan-catatan penting kertas toilet atau sampul dalam kotak korek api untuk menyembunyikan peran mereka sebagai pengamat.Jika tidak membuat catatan pada saat di lapangan, maka anda perlu mengingat apa yang terjadi di lapangan dan segera membuat catatannya.
Catatan lapangan harus deskriptif dan reflektif. Informasi deskriptif mencakup potret verbal dari peserta penelitian, rekonstruksi dialog, deskripsi pengaturan fisik, rekaman peristiwa tertentu, dan deskripsi perilaku pengamat. Informasi Refleksi termasuk rekaman pribadi peneliti dari program penyelidikan, dan mungkin mengandung unsur: refleksi pada metode pengumpulan data dan analisis, refleksi tentang dilema etika dan konflik, refleksi pada frame pengamat pikiran, dan interpretasi yang muncul.
Catatan lapangan harus rinci dan konkret.Pengamat harus berusaha membuat catatan yang rinci dan konkret, bukan catatan yang berbelit-belit dan berlebihan.
Catatan lapangan harus mencakup detail visual saat yang tepat. Catatan lapangan tidak perlu terbatas pada kata-kata. Sebagai contoh, seorang pengamat mungkin menarik sebuah sketsa tata letak pengaturan fisik di mana kegiatan mengamati yang terjadi. Jika detail visual yang layak perhatian lebih, peneliti dapat dengan membuat catatan dokumenter-gaya visual dengan membuat rekaman video atau foto.

6.      Efek Pengamat
Penelitian kualitatif beroperasi pada premis bahwa observasi harus independen dari individu tertentu. Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan bias pengamat dan untuk mengendalikan efek yang mungkin muncul dari pengamat. Oleh karena itu, peneliti kualitatif tidak menggunakan kriteria objektivitas dalam memutuskan apakah hasil observasi berkualitas tinggi. Sebaliknya, mereka menggunakan prosedur yang diuraikan di bawah ini :
a.       Reaksi peserta program dan staf terhadap kehadiran pengamat. Pendekatan yang direkomendasikan adalah bahwa peneliti kualitatif harus berusaha untuk tidak melebih-lebihkan atau meremehkan efek mereka pada apa yang diamati, tetapi mereka harus menjelaskan dan menganalisis efek-efek sebagai bagian dari proyek penelitian.
b.      Efek pada pengamat selama penelitian. Pendekatan yang direkomendasikan untuk menangani masalah yaitu, pengamat harus menyadari efek kehadirannya dan merekam kejadian tersebut.
c.       Kecenderungan pengamat atau bias. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti harus menggunakan prosedur yang ditetapkan untuk memvalidasi dan memverifikasi analisis data. Prosedur ini mencakup usaha aktif untuk menguji caramemeriksaan temuan dari berbagai perspektif teoretis, dan pelaporan proyek penelitian secara detail.
d.      Pengamat yang tidak kompeten. Data observasi kualitatif akan sia-sia, jika pengamat tidak memiliki persiapan yang cukup untuk melakukan observasi yang dibutuhkan. Solusi untuk masalah ini adalah jelas. Pengamat harus benar-benar dilatih sebelum melakukan observasi lapangan dan menganalisis data.

7.      Analisis Data
Ketika fase penelitian lapangan dari studi penelitian kualitatif selesai, para peneliti mungkin memiliki serangkaian catatan lapangan dan data visual. Semua data ini harus dianalisis, ditafsirkan, dan dilaporkan. Prosedur untuk menganalisis, menafsirkan, dan pelaporan data Observasi  pada dasarnya sama dengan untuk jenis lain data kualitatif, seperti catatan wawancara dan dokumen yang ditemukan dalam pengaturan lapangan.
Marshall dan Rossman mengajukan teknik analisa data kualitatif untuk proses analisis data dalam penelitian ini. Dalam menganalisa penelitian kualitatif  terdapat beberapa tahapan-tahapan yang perlu dilakukan :
a.       Mengorganisasikan Data
Peneliti mendapatkan data melalui observasi, dimana data tersebut direkam dengan tape recoeder dibantu alat tulis lainya. Kemudian dibuatkan transkipnya dengan mengubah hasil wawancara dari bentuk rekaman menjadi bentuk tertulis secara verbatim. Data yang telah didapat dibaca berulang-ulang agar penulis mengerti benar data atau hasil yang telah di dapatkan.
b.      Pengelompokan berdasarkan Kategori, Tema dan pola jawaban
Pada tahap ini dibutuhkan pengertiaan yang mendalam terhadap data, perhatiaan yang penuh dan keterbukaan terhadap hal-hal yang muncul di luar apa yang ingin digali. Berdasarkan kerangka teori dan pedoman observasi, peneliti menyusun sebuah kerangka awal analisis sebagai acuan dan pedoman dalam melakukan coding. Dengan pedoman ini, peneliti kemudian kembali membaca transkip observasi dan melakukan coding, melakukan pemilihan data yang relevan dengan pokok pembicaraan. Data yang relevan diberi kode dan penjelasan singkat, kemudian dikelompokan atau dikategorikan berdasarkan kerangka analisis yang telah dibuat.
c.       Menguji Asumsi atau Permasalahan yang ada terhadap Data
Setelah kategori pola data tergambar dengan jelas, peneliti menguji data tersebut terhadap asumsi yang dikembangkan dalam penelitian ini. Pada tahap ini kategori yang telah didapat melalui analisis ditinjau kembali berdasarkan landasan teori yang telah dijabarkan dalam bab II, sehingga dapat dicocokan apakah ada kesamaan antara landasan teoritis dengan hasil yang dicapai.
d.      Mencari Alternatif Penjelasan bagi Data
Setelah kaitan antara kategori dan pola data dengan asumsi terwujud, peneliti masuk ke dalam tahap penejelasan. Dan berdasarkan kesimpulan yang telah didapat dari kaitanya tersebut, penulis merasa perlu mencari suatau alternative penjelasan lain tentang kesimpulan yang telah didapat. Sebab dalam penelitian kualitatif memang selalu ada alternative penjelasan yang lain. Dari hasil analisis, ada kemungkinan terdpat hal-hal yang menyimpang dari asumsi atau tidak terfikir sebelumnya.Pada tahap ini akan dijelaskan dengan alternative lain melalui referensi atau teori-teori lain. Alternatif ini akan sangat berguna pada bagian pembahasan, kesimpulan dan saran.

C. KESIMPULAN
                 Dari pembahasan di atas dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu:  pengumpulan data untuk penellitian kualitatif terus berkembang, namun demikian pada dasarnya ada empat cara yang mendasar untuk mengumpulkan informasi yaitu:
    1. Observasi
    2. Wawancara
    3. Dokumen
    4. Triangulasi
2.      Tahap observasi pada penelitian kualitatif antara lain:
a)      Identifikasi dan Peran Pengamat
b)      Persiapan Observasi
c)      Menentukan Fokus Observasi
d)      Pengaturan Dalam Observasi Kualitatif
e)      Merekam Observasi
f)        Efek Pengamat
g)      Analisis Data

1 komentar:

  1. .Ok, Terimaksih telah membantu saya dalam penyusunan Tugas Akhir...

    BalasHapus